Cara Ternak Murai Batu

SitusHewan.com – tips cara ternak murai batu, biasanya untuk mengawali ternak murai batu terlebih dahulu anda harus memilih induk jantan yang berusia sekurang – kuranya 1 tahun. Dan induk betina yang mempunyai usia 10 bulan. Pastikanlah induk burung yang akan di ternak mempunyai suara yang bagus atau berkualitas dan tidak memiliki cacat pisik. Untuk penjodohan dikerjakan dengan mendekatkan burung didalam 2 sangkar yang tidak sama, dan apabila tampak pas maka awalilah dikumpulkan kandangnya.

Cara Ternak Murai Batu

Hal yang harus anda persiapakan dalam beternak murai batu adalah kandang penangkaran, kemudian memilih induk betina yang berkualitas yang sudah saya jelaskan tadi di atas. Dan disini saya akan memberikan cara ternak murai batu dalam 2 metode yaitu untuk kompetisi dan hanya untuk sekedar penangkaran saja.
1. Tujuan untuk kompetisi burung berkicau
Untuk tujuan ini, disarankan untuk mencari induk jantan dari gen yang punya prospek juara atau yang pernah mendapatkan predikat juara di perlombaan. Berikut ini adalah ciri – ciri induk yang baik :
  • bertipe suara keras
  • pintar menirukan suara burung lain
  • mempunyai tonjolan-tonjolan suara yang khas, misalnya tembakan-tembakan, ngerol dan variasi suara
  • performa dan penampilan yang baik saat membawakan irama lagu
untuk langkah selanjutnya carilah juga induk betina yang berkualitas, untuk ciripisiknya hampir sama dengan kualitas burung jantan. Indukan betina juga harus dicari yang suaranya merdu dan berpostur baik, mempunyai ekor yang cukup panjang untuk ukuran murai batu betina.

2. Tujuan untuk sekedar menangkar saja
Hal ini biasanya dilakukan oleh para hobby, karena mereka sangat senang memlihara burung murai batu tersebut. Untuk tujuan seperti ini perhatikanlah langkah – langkah dibawah ini :
  1. Memperkenalkan suara/kicauan indukan jantan dan indukan betina. Caranya dengan menempatkan kedua burung tersebut dalam sangkar gantung yang terpisah yang tertutup kerodong guna tidak saling terlihat. Sampai saling sahutan dan seirama.
  2. Buka kerodong dengan jarak antara kedua sangkar 4 meter. Jangan langsung disatukan, karena indukan jantan dapat menyerang bahkan dapat membunuh induk betina. Sampai satu mingguan.
  3. Tempatkan sangkar lebih dekat lagi. Misal dengan jarak sangkar mereka menjadi 1 – 2 meter. Sampai kedua burung sudah saling cocok, cirinya jantan akan memperlihatkan bahasa tubuh, seperti mengibas-kibaskan ekornya dan menampilkan suara yang merdu untuk menarik perhatian individu betina.
  4. Selanjutnya perhatikan betinanya, jika hanya diam diri di atas tangkringan saja, itu menandakan belum siap untuk kawin. Jika betina mengambil posisi membungkuk dan melebarkan kedua sayapnya, itu menandakan sudah benar-benar siap untuk kawin.
  5. Kalau sudah begitu segera masukkan kedua indukan dalam kandang penangkaran yang besar. Tapi jantan usahakan masih didalam sangkar yang digantung di dalam kandang besar. Sampai betina terlihat sering hinggap disekitar sangkar indukan Jantan.
  6. Kemudian keluarkan indukan Jantan dari sangkar gantung.
  7. Tunggu sampai terjadi perkawinan, biasanya setelah itu betina akan membangun sarang dan bertelur.
Itulah  cara sederhana yang harus di perhatikan dalam ternak murai batu, semoga cara yang kami sampaikan dari berbagai sumber ini bermanfaat bagia anda yang ingin ternak murai batu tersebut. salam pecinta burung kicau.
Anda juga dapat membaca artikel lainnya tentang Murai Batu Nias Dan Cara Perawatannya, klik Disini.


Pencarian :
Cara Ternak Murai Batu | Situs Hewan | 5

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *