Inilah Fakta Unik Tentang Gajah

Fakta Unik Tentang Gajah - Meski kebanyakan hanya dapat dijumpai di kebun binatang, namun hewan berukuran besar satu ini sangat akrab bagi siapapun. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pasti tahu dengan gajah. Namun tidak banyak yang tahu bahwa hewan mamalia ini memiliki berbagai macam keunikan. Berikut akan kami bahas fakta unik seputar gajah. Semoga menjadi pengetahuan baru bagi Anda yang membacanya.
Fakta unik gajah
Terkenal dengan body-nya yang besar, gajah memang memiliki predikat sebagai hewan darat paling besar di dunia. Gajah yang paling besar adalah seekor gajah Afrika jantan dewasa yang memiliki berat 24 ton dan tingginya mencapai 13 kaki. Oleh karena itu, tidak heran bahwa gajah satu-satunya hewan mamalia yang tidak bisa melompat. Sama halnya seperti manusia, gajah memiliki umur yang terbilang panjang. Gajah bisa hidup hingga usianya 70 tahun. 

Dengan otak yang lebih besar 3 sampai 4 kali lipat dari manusia, otak gajah terbilang lebih maju dibandingkan dengan mamalia darat lainnya. Terbukti, gajah seringkali unjuk kebolehannya dalam sirkus yang mempertontonkan bahwa dia selangkah lebih cerdas. Meski penglihatannya buruk, gajah memiliki indera penciuman yang luar biasa. Hewan yang satu ini mulai berkembang biak di usia 16 tahun namun seumur hidupnya, gajah rata-rata hanya memiliki sampai dengan empat anak saja.

Info Lainnya : Gajah Sumatra Terbesar

Gajah mempunyai masa kehamilan paling panjang dibandingkan dengan semua binatang yakni selama 22 bulan. Bagian tubuh gajah yang paling terkenal selain belalainya adalah gading. Tahukah Anda bahwa gading gajah sebenarnya merupakan gigi seri. Gading tersebut dipakai untuk menggali tanah sampai mengangkat benda-benda. Selain gigi seri yang muncul sebagai gading, gajah juga mempunyai empat geraham. Yakni satu di bawah, satu di atas dan sisanya ada pada kedua sisi mulut gajah. 

Itulah Fakta Unik Hewan Gajah yang dapat penulis sampaikan, anda juga dapat membaca fakta-fakta unik lainnya seputar hewan lucu, hewan unik hanya di situshewan.com Semoga Bermanfaat.

Inilah 6 Serangga Paling Seram Di Dunia

Fakta Unik Hewan – Serangga Paling Seram Di Dunia,- Kali ini SitusHewan.com akan membahas tentang Serangga paling seram yang ada di dunia, kita ketahui serangga merupakan jenis hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Umumnya serangga ini mempunyai ukuran relatif kecil yang diperkirakan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi. Dan biasanya serangga ini tinggal di lingkungan yang basah, seperti di bawah bebatuan, menempel pada lumut, di perakaran pohon, dan di dalam tanah.

Beberapa dari jenis serangga ini merupakan scavenger dan memakan tumbuhan yang busuk, selain itu ada pula beberapa diantara mereka menjadi hama bagi tanaman. Dan ada juga serangga yang terkesan sangat seram, padahal hewan ini berukuran kecil. dan simaklah berikut ini Serangga Paling seram di dunia.

1. Wolf Spider
Hewan ini disebut Laba-laba serigala dan merupakan anggota keluarga Lycosidae, dari kata Yunani Kuno yang berarti serigala. Mereka merupakan pemburu yang kuat dan tangkas dengan penglihatan yang sangat baik.Mereka hidup sebagian besar soliter dan berburu sendirian.

Beberapa pemburu oportunistik menerkam mangsanya pada saat mereka merasa atau bahkan mengejar itu jarak pendek. Beberapa akan menunggu untuk melewati mangsa di atau dekat mulut liang. Dengan taring berbisa besar dan delapan mata dari berbagai ukuran, laba-laba serigala melakukan patroli mencari mangsanya.

2. Ant Lion
Serangga ini dari kelompok familia Myrmeleontidae. Semut Singa atau yang populer dengan nama undur-undur, telah berevolusi dengan sangat kompleks dan memiliki metode unik untuk membunuh mangsanya. Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 2.000 spesies undur-undur dan mereka tersebar di seluruh dunia, terutama di wilayah bersuhu hangat dan berpasir. Mereka membangun sebuah lubang kerucut di pasir ldan bersembunyi tepat di bawah lubang tersebut. Apa pun yang tergelincir ke dalam perangkap semut singa akan kesusahan meloloskan diri.

3. Tiger Mosquito
Hewan ini merupakan nyamuk macan atau nyamuk hutan, merupakan spesies Aedes albopictus. Nyamuk jenis ini ditandai dengan kaki bergaris hitam dan putih, serta hitam dan putih bergaris-garis body yang kecil.Nyamuk ini adalah asli ke daerah tropis dan subtropis Asia Tenggara. Namun , dalam beberapa dekade terakhir spesies ini telah menyerang banyak negara di seluruh dunia melalui transportasi barang dan meningkatkan perjalanan internasional.

Nyamuk ini telah menjadi hama yang signifikan di banyak komunitas karena erat berasosiasi dengan manusia. Serangga ini disebut nyamuk macan karena penampilannya bergaris yang mirip dengan harimau.Aedes albopictus adalah vektor epidemiologis penting untuk transmisi patogen virus, termasuk virus demam kuning, demam berdarah dan demam Chikungunya, serta beberapa nematoda filaria seperti immitis Dirofilaria.

4. Assassin Bug
Reduviidae adalah serangga besar, keluarga serangga kosmopolitan yaitu predator dalam subordo Heteroptera. Mereka termasuk bug pembunuh, bug penyergapan, bug roda, dan benang berkaki bug.

Di alam, diperkirakan ada sekitar 7000 spesies yang sama, membuatnya menjadi salah satu keluarga terbesar di Hemiptera tersebut. Assassin Bug berbaring menunggu mangsanya, lalu menyergap seperti James Bond melakukan aksi pada misi rahasia. Assassin Bug memiliki tombak pembunuh, korban yang malang ditusuk dengan paruh melengkung dan menyuntikkan enzim mematikan. Beberapa jenis Assassin Bug adalah pembunuh haematophagous, yang berarti pengisap darah.

5. Killer Bees
Lebah madu Afrikanisasi, dikenal juga sebagai lebah pembunuh, Merupakan jenis lebah hibrida yang dihasilkan dari perkawinan silang antara lebah Afrika, Apis mellifera scutellata dengan berbagai jenis lebah madu Eropa.

Lebah madu Afrikanisasi adalah jenis lebah penghasil madu yang paling produktif di antara jenis lebah madu lain. Lebah Pembunuh merupakan spesies lebah pemarah. Mereka bersayap, dilengkapi pula dengan alat penyengat. Keturunan mereka dapat menahan kerasnya iklim tropis. Racun sengatan lebah itu tak main-main. Jika masuk ke tubuh manusia, zat tersebut dapat menimbulkan reaksi alergi dan kegagalan organ multiple yang bisa menyebabkan kematian.

6. Robber Fly
Hewan ini disebut lalat pembunuh, mereka dikenal akan sifatnya yang agresif. Lalat dalam famili ini biasanya memakan serangga lain dan menyergap mangsanya secara diam-diam. Dalam famili Asilidae, terdapat lebih dari 7000 spesies dalam 530 genera. Serangga bermata besar ini ditakdirkan untuk membunuh.

Lalat perampok Robber Fly mempersiapkan mangsa mereka dengan menusuk dengan paruh mereka, kemudian menyuntikkan combo ampuh enzim yang melumpuhkan korban dari dalam.Serangga ini memiliki 5 buah mata dan memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengamati mangsa favoritnya yaitu lalat lain, ngengat, capung dan bahkan laba-laba.

Walaupun mempunyai tubuh kecil tetapi menyeramkan,. Nah itulah Seputar Serangga Paling Seram Di Dunia, anda dapat membaca seputar Fakta Unik Hewan lainnya di situs ini. Terimakasih.

Inilah 6 Hewan Selain Burung Yang Bisa Terbang

Fakta Unik – Tahukah anda Hewan apa sajakah yang bisa terbang? Pasti yang pertama ada di pikiran anda adalah Burung, Iya, memang Burung merupakan Hewan yang mempunyai keahlian terbang di langit luas. Tetapi ternyata tidak hanya burung yang bisa terbang ada beberapa hewan lain yang bisa terbang.

Maka dari itulah hewan ini tergolong unik dan ajaib di dunia. Bagaimana apakah anda ingin mengetahui hewan yang unik ini? Mari kita simak langsung informasi unik dibawah ini :

1. Flying Dragon
hewan terbang
Flying Dragon
Hewan ini merupakan jenis kadal dengan nama ilmiah Draco sumatranus yaitu spesies kadal yang dapat terbang. Kadal ini seperti makhluk naga yang legendaris, hanya saja ia tidak menyemburkan api. Hewan ini mempunyai panjang hanya 9 Cm, dengan ekor lebih panjang dari tubuhnya. Kadal ini menggunakan penutup kulit di bawah lengannya yang memungkinkan untuk melayang dari puncak pohon ke puncak pohon lainnya. Makanan hewan ini adalah serangga yang berukuran kecil dari tubuhnya dan hidup di atas pepohonan.

2. Flying Fish
hewan terbang
Flying Fish
Ikan terbang ini merupakan jenis ikan laut yang terdiri atas sekitar 50 spesies yang dikelompokkan dalam 7 hingga 9 genera. Dan ikan ini Dapat ditemukan di semua samudra, ikan terbang menggunakan sirip dada besar mereka untuk meluncur 50 meter di atas air ketika terancam oleh predator. Untuk mencapai udara, ikan terbang akan mengepakkan ekor mereka 70 kali per detik. Ekor ini juga digunakan untuk menekan air untuk memungkinkan ikan ini meluncur beberapa saat di udara sebelum turun ke laut. Ikan terbang dapat lebih lama melayang di udara dengan meluncur mengikuti arus udara dan laut yang kuat.

3. Squirrel Glider
hewan terbang
Squirrel Glider
Tentunya anda tahu dengan hewan ini, karena hewan ini merupakan salah satu hewan yang populer saat ini. Squirrel Glider atau di indonesia disebut Sugar Glider merupakan jenis hewan nokturnal yang dapat meluncur. Mereka adalah salah satu glider yang memiliki sayap dipergelangan tangannya. Anda dapat mengetahui tentang Sugar Glider DISINI.

4. Flying Snakes
hewan terbang
Flying Snakes
Ular terbang merupakan jenis binatang yang beracun, meskipun racun mereka dianggap tidak berbahaya bagi manusia. Hewan ini tidak memilki sayap, sirip, namun ular ini mampu pindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan melompat dan melayang. Jadi ketika di pohon, ular terbang ini bergerak ke ujung cabang. Ular terbang beracun ini tinggal di Asia Selatan, dan sering menikmati mangsanya yang benar-benar bisa terbang seperti burung dan kelelawar.

5. Neon Flying Squid
hewan terbang
Neon Flying Squid
Ommastrephes bartramii atau cumi-cumi neon terbang merupakan spesies cumi-cumi terbang besar dalam keluarga Ommastrephidae. Mereka ditemukan di perairan laut subtropis dan sedang secara global. Ketika melarikan diri dari predator, cumi-cumi melompat terbang dari laut dan bisa tetap melayang di udara hingga beberapa meter. Untuk mencapai udara, cumi akan meniup keluar air untuk membawanya keluar dari laut. Oleh sebab itu, cumi-cumi ini dianggap sebagai hewan jet yang memiliki kemampuan mendorong seperti jet. Sirip kecilnya dapat membantu untuk memberikan keseimbangan selama meluncur.

6. Flying Frog
hewan terbang
Flying Frog
Hewan ini merupakan Katak terbang yang mempunyai kaki berselaput dan penutup kulit yang memungkinkan untuk bergerak secara aerodinamis melalui pohon-pohon di hutan. Tak hanya itu, sebab katak terbang bahkan menghabiskan seluruh keberadaan mereka di pohon-pohon, hanya turun untuk bertelur. Biasanya katak terbang dapat menyamarkan diri mereka di dedaunan, meminimalkan ancaman predator, dan memungkinkan mereka untuk berburu serangga.

Bagaimana sangat unik bukan? Apakah anda pernah melihat salah satu hewan tersebut? Itulah informasi seputar Hewan yang bisa terbang, semoga informasi ini menarik perhatian anda.

Inilah 8 Hewan Yang Paling Mematikan di Dunia


Situshewan.com - Hewan Paling Mematikan Di Dunia - Pernahkah anda menemukan hewan yang anda anggap menarik bahkan memacu adrenalin anda untuk bisa kontak fisik dengan hewan tersebut? Fisik tidak selalu mencerminkan kepribadian dan ukuran bukan satu jaminan adalah ciri yang dimiliki oleh beberapa hewan yang akan diulas kali ini dalam 10 Hewan Paling Mematikan di Dunia.

1. Poison Dart Frog
Di indonesia barangkali tidak ada jenis kodok seperti ini karena Poison Dart Frog merupakan hewan asli hutan hujan Amerika Selatan, hewan ini aktif di siang hari, karakteristik tubuhnya yang penuh warna dan cerah serta tubuhnya yang berukuran kecil dan jika diukur hanya sekitar 1 inci, tetapi hewan ini dipertimbangkan oleh ilmuwan sebagai salah satu hewan paling beracun di dunia.
Jika terancam, pada tubuh Poison Dart Frog dapat mengeluarkan lendir beracun yang dapat membunuh 10 manusia. Bahkan, racun tersebut sering digunakan oleh penduduk lokal sebagai pelengkap alat berburu.

2. Ubur-Ubur Kotak Australia
Apakah anda pernah mendengar mengenai ubur-ubur yang satu ini? ubur-ubur kotak Australia merupakan salah satu hewan laut paling mematikan yg diketahui manusia. Hewan ini ditemukan di lautan Australia dan kawasan Indo-Pasifik.

Setiap sengatannya beracun, yg apabila setiap tentakelnya digabungkan dpt membunuh sekitar 50 manusia. Sengatannya dpt memberikan rasa terbakar yg sangat menyakitkan. Bahkan dikatakan setiap tahunnya ada sekitar 100 kematian dgn kematian lain yg tdk dilaporkan dgn alasan agar tdk menakutkan wisatawan.


3. Komodo
Komodo Dragon atau biasa kita sebut Komodo, dapat kita jumpai di Indonesia, lebih tepatnya di Pulau Komodo yang berada di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal juga sebagai habitat asli kadal terbesar yang satu ini. Dengan gigitan yang sangat mematikan, Komodo dapat sekejap melumpuhkan mangsanya. Walau tidak jarang beberapa mangsanya dapat melepaskan diri dari serangannya, mangsa yang sudah terkena gigitan hewan ini tidak akan berumur lama, karena pada gigi dan lidahnya mengandung liur yang mematikan, penuh dengan bakteri yang dihasilkan dari pembusukan hewan-hewan yang sudah menjadi mangsanya.
Beberapa asumsi menyatakan komodo merupakan hewan paling mematikan, namun hanya sedikit untuk ukuran hewan tersebut mematikan bagi manusia. Mungkin karena keberadaan hewan tersebut yang jarang kita temui, juga karena manusia yang enggan berada di dekatnya.
.
4. Lalat Tsetse
Di Afrika  ada Lalat Tsetse hewan kecil yang keberadaannya danggap mengganggu juga mematikan. Dianggap mematikan karena kemampuan lalat tsetse membawa penyakit yang disebut sleeping sickness dan nagana. Sleeping sickness adalah penyakit parasit yang dapat menyerang manusia dan menyebabkan rasa ngantuk dan injeksi parasit dari lalat ini, sedangkan nagana adalah penyakit yang menyerang hewan.

Sleeping sickness merupakan mimpi buruk bagi masyarakat afrika, yang disebabkan oleh hewan kecil yang satu ini. Namun kini sudah ada obatnya sehingga masyarakat afrika tidak perlu terlalu khawatir. Salah satu cara untuk membunuh lalat ini adalah membunuh makanan utamanya, yakni hewan ternak. Namun bagaimana jadinya jika di afrika tidak ada hewan ternak? Tidak perlu difikirkan.

5. Ikan Hiu Putih (Great White Shark)
Pastinya anda pernah mendengar ikan hiu yang sering dikatakan suka menyerang dengan serangan mematikannya, tetapi pada kenyataannya, hiu yang satu ini tidak menyerang manusia dengan alasan keganasannya, melainkan keingin tahuan hiu tersebut menggigit segala yg mereka ingin tahu.
Biasanya begitu hiu tersebut menggigit manusia, mereka akan langsung kabur, tapi sayangnya gigitan pertama inilah yg membunuh manusia. Dengan sekitar 3.000 gigi hiu yang tajam, tentu hal tersebut akan mematikan hewan apa yang dimakan.

6. Buaya Air Asin (Saltwater Crocodile)
Buaya Merupakan reptil terbesar di dunia, hewan ini sangat berbahaya yg setiap tahunnya membunuh ratusan orang, Hidup di sepanjang tropis Afrika, Asia, Amerika dan Australia pada sungai dan danau. Mereka terkenal karena teknik membunuhnya yg disebut 'death roll' dimana begitu reptil tersebut menggigit mangsanya, mereka akn berputar yg menyebabkan daging mangsanya terkoyak-koyak.

7. Nyamuk
Banyak yang bilang bahwa ukuran menentukan segalanya, tetapi ini tidak berpengaruh kepada hewan kecil yang satu ini, Walaupun bentuknya kecil, hewan ini sering dikatakan sebagai hewan yang paling mematikan. Nyamuk ini diperkirakan telah menyebabkan kematian sekitar 700 juta orang dgn setiap tahunnya 2 sampai 3 juta orang meninggal karena hewan tersebut

8. Carpet Viper
Ular juga merupakan salah satu ular mematikan,
Walaupun mungkin Carpet Viper ular ini bukan yang paling beracun, tetapi ular tersebutlah yang menyebabkan banyak kematian di dunia karena gigitannya. Bisanya menyebabkan mangsanya berdarah hingga mati karena dri daerah gigitannya darah akn terus mengalir tanpa henti.

Itulah sedikit ulasan mengenai hewan mematikan di dunia yang bisa admin berikan kepada para pengunjung setia blog situs hewan, semoga artikel yang kami berikan bermanfaat. Salam Pecinta Hewan.

Misteri Formasi 'V' Pada Migrasi Burung Kini Terjawab

Situshewan.com – Apakah anda pernah mendengar atau melihat segerombolan Burung yang terbang membentuk formasi V? Dan ternyata Peneliti Royal Veterinary College, Inggris berhasil menguak misteri kenapa segerombolan burung terbang dengan menggunakan formasi V. Studi baru itu menunjukkan bahwa formasi itu membantu penghematan energi burung, dilansir Sydney Morning Herald, Jumat 17 Januari 2014.
Hal itu terkuak setelah peneliti menganalisis migrasi 14 burung ibis dari Austria ke Tuscany, yg jarak tempuhnya mencapai hinggar 1.000 km Dalam laporannya, peneliti tersebut mengatakan, formasi V itu sangat optimal secara aerodinamis. Bentuk formasi tersebut menguntungkan sekumpulan burung, mengurangi tekanan udara yang dipecah oleh pemimpin burung yg berada di paling depan.

Pemimpin burung yang terdepan memang harus berkorban demi burung yg lainnya. Utk itu, kata penelitian mengatakan terdapat pergantian pemimpin secara teratur. "Selama bertahun2, kmi sdh bertanya apakah burung yg mengepakkan sayapnya bisa menghemat energi," kata Geoffrey Spedding, Direktur Kedirgantaraan dan Departemen Teknik Mesin Universitas Southern California, yg tdk ikut dlm studi. 

"Studi ini menjawab pertanyaan, & jawabannya adalah ya," ujar dia.

Pimpinan studi, Jim Usherwood membeberkan tantangan utama selama studi. Peneliti harus mempersiapkan studi selama kurang lebih 3 thn, yakni sejak burung itu menetas di Kebun Binatang Wina, Maret 2011. Kemudian peneliti memantau pertumbuhan burung sampai kemudian mereka migrasi ke daerah tertentu. 

Peneliti juga menyertakan burung ibis muda dalam uji coba penerbangan pesawat ringan yg dilengkapi parasut. Sampai kemudian saat burung ini migrasi, pesawat berparasut itu kemudian mengikuti burung.

Dari analisis 24.000 kepakan sayap burung menunjukkan rata2 burung menyesuaikan posisi mereka utk mengoptimalisasi putaran. kemudian kembali menyesuaikan tahapan mereka saat mengubah formasi 'V'. 

Sayangnya, peneliti tidak mengurai berapa energi yg bisa tersimpan dgn formasi itu. Peneliti hanya menjelaskan, formasi itu mampu memberikan keuntungan kecil selama perjalanan migrasi yg panjang.

Usherwood menjelaskan, bagaimana burung bisa terbang dgn formasi 'V' yg tepat & rapi. Menurutnya, burung memiliki semacam aturan praktis/sensor agar mereka menyesuaikan dgn formasi. Studi jga mengatakan, para ahli mengatakan formasi 'V' jga berlaku pd bebek & burung undan.